Monday, August 15, 2005
CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai
macam benda-benda abstrak: ada CINTA,
KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN,
KEGEMBIRAAN dan sebagainya. Awalnya
mereka hidup berdampingan dengan baik dan
saling melengkapi.
Namun suatu ketika, datang badai menghempas
pulau Kecil itu dan air laut tiba-tiba naik semakin
tinggi dan akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha
menyelamatkan diri.
CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat
berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di
tepi pantai mencoba mencari pertolongan.
Sementara itu air makin naik membasahi kaki
CINTA. Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN
sedang mengayuh perahu. "KEKAYAAN!
KEKAYAAN! Tolong aku!" teriak CINTA. Lalu apa
jawab KEKAYAAN, "Aduh! Maaf, CINTA!" kata
KEKAYAAN. "Perahuku telah penuh dengan harta
bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti
perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi
bagimu di perahuku ini." Lalu KEKAYAAN cepat-
cepat mengayuh perahunya pergi meninggalkan
CINTA.
CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya
KEGEMBIRAAN lewat dengan
perahunya. "KEGEMBIRAAN! Tolong aku!", teriak
CINTA. Namun apa yang terjadi, KEGEMBIRAAN
terlalu gembira karena ia menemukan perahu
sehingga ia tuli tak mendengar teriakan CINTA. Air
makin tinggi membasahi CINTA sampai ke
pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama
lewatlah KECANTIKAN.
"KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!", teriak
CINTA. Lalu apa jawab KECANTIKAN, "Wah,
CINTA, kamu basah dan kotor.Aku tak bisa
membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku
yang indah ini." sahut KECANTIKAN. CINTA sedih
sekali mendengarnya. CINTA mulai menangis
terisak-isak. Apa kesalahanku, mengapa semua
orang melupakan aku.
Saat itu lewatlah KESEDIHAN. Lalu CINTA
berkata, "Oh, KESEDIHAN, bawalah aku
bersamamu", kata CINTA. Lalu apa kata
KESEDIHAN, "Maaf, CINTA. Aku sedang sedih
dan aku ingin sendirian saja...", kata KESEDIHAN
sambil terus mengayuh perahunya. CINTA putus
asa. Ia merasakan air makin naik dan akan
menenggelamkannya. CINTA terus berharap kalau
dirinya dapat diselamatkan. Lalu ia berdoa kepada
Tuhannya, oh tuhan tolonglah aku, apa jadinya
dunia tanpa aku, tanpa CINTA?
Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar
suara, "CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!"
CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihat
seorang yang tua berjanggut putih panjang sedang
mengayuh perahunya. Lalu Cepat-cepat CINTA
naik ke perahu itu, tepat sebelum air
menenggelamkannya.
Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu
menurunkan CINTA dan segera pergi lagi. Pada
saat itu barulah CINTA sadar, bahwa ia sama
sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang baik
hati menyelamatkannya itu. CINTA segera
menanyakannya kepada seorang penduduk tua di
pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.
"Oh, orang tua tadi? Dia adalah "WAKTU", kata
orang itu. Lalu CINTA bertanya "Tapi, mengapa ia
menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya.
Bahkan teman-teman yang mengenalku pun
enggan menolongku", tanya CINTA
heran. "Sebab", kata orang itu, "hanya WAKTU lah
yang tahu berapa nilainya harga sebuah CINTA
itu......"
5:32 PM
Alhamdulillah