Image Hosted by ImageShack.us

Wednesday, May 31, 2006

Ku Berfikir

Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Payah untuk kutemui
Yang benar-benar sibuk
dengan urusan baiki diri
Yang ada kini hanya
Sibuk dengan urusan mengumpul dunia
Walau diketahui dunia ini hanya penuh tipu daya

Keberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Susah untuk kutemui
Yang benar-benar takut pada Ilahi
Sentiasa mendambakan kasih Ilahi
Yang ada hanya mengharapkan kasih insani
Yang melalaikan orang dan diri sendiri

Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Sukar untuk kutemui
Ahli profesional yang bertaqwa
Yang benar-benar meletakkan Islam dijiwa
Menggunakan profesionnya sebagai matlamat keakhirat sana
Yang ada hanya ahli profesional yang lalai dan leka
Yang hidupnya lebih berat dari barat
Ibadah dan amal terasa amat berat

Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Payah untuk kutemui
Yang sentiasa bergelumang dengan majlis ilmu yang bermanfaat
Yang sanggup bersusah dan penat
Dalam mengejar dan memahami ilmu yang berkat
Yang ada kini hanyalah berbangga dengan ijazah yang ada
Tapi ilmu fardhu ainnya kosong belaka

Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Susah untuk kutemui
Yang suka berbincang tentang ilmu akhirat
Syahid yang sentiasa menjadi matlamat
Mensyiarkan Islam dan menjunjung syariat
Yang ada cuma menghidupkan sunnah barat
Dan melupakan kehidupan akhirat

Kuberfikir..
Lelaki diakhir zaman ini
Sukar untuk kutemui
Yang sentiasa bermunajat dan berzikir
Sentiasa bertafakkur dan berfikir
Sunnah Rasulullah cuba dipahat dan diukir

Namun kutetap berfikir..
pasti masih ada lagi
Lelaki diakhir zaman ini
Seperti yang kufikir..

petikan;BicaraMuslim




4:54 PM
Alhamdulillah

Sunday, May 28, 2006



LEMAH LEMBUT DAN MENAHAN AMARAH


Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada diantara dua akhlak yang rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi masalah hidupnya dega kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang tidak diridhoi Allah ta’ala dan rasul-Nya. Dan jika hamba tersebut menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya, niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan kelemahlembutan, ia akan mulia di sisi Allah ta’ala dan makhluk-makhluknya.Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri.

Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. Karena setiap manusia tidk pernah terpisahkan dari problema hidup, jika ia tidak membekali dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia gagal untuk menyelesaikan problemanya.

Demikian agungnya akhlak ini sehingga rasullah memuji sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya :
“Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan ketenangan (tidak tergesa-gesa)”. (HR. Muslim)

Akhlak mulia ini terjadang diabaikan oleh manusia ketika amarah telah menguasai diri mereka, sehingga tindakannya pun berdampak negatif bagi dirinya ataupun orang lain.
Padahal rasulullah sudah mengingatkan dari sifat marah yang tidak pada tempatnya, sebagaimana beliau bersabda kepada seorang sahabat yang meminta nasehat :

“ Janganlah kamu marah.” Dan beliau mengulanginya berkali-kali dengan bersabda : “Janganlah kamu marah”. (HR. Bukhari). dari hadits ini diambil faedah bahwa marah adalah pintu kejelekan, yang penuh dengan kesalahan dan kejahatan, sehingga rasulullah mewasiatkan kepada sahabatnya itu agar tidak marah. Tidak berarti manusia dilarang marah secara mutlak. Namun marah yang dilarang adalah marah yang disebabkan oleh hawa nafsu yang memancing pelakunya bersikap melampaui batas dalam berbicara, mencela, mencerca, dan menyakiti saudaranya dengan kata-kata yang tidak terpuji, yang mana sikap ini menjauhkannya dati kelemah lembutan.

Didalam hadits yang shahih Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam bersabda : “ Bukanlah dikatakan seorang yang kuat itu dengan bergulat, akan tetapi orang yang kuat dalam menahan dirinya dari marah”. (Muttafaqqun’alahi).

Ulama telah menjelaskan berbagai cara menyembuhkan penyakit marah yang tercelah yang ada pada seorang hamba, yaitu :

1. Berdoa kepada Allah, yang membimbing dan menunjuki hamba-hambaNya ke jalan yang lurus dan menghilangkan sifat-sifat jelek dan hina dari diri manusia. Allah ta’alah berfirman : “ Berdoalah kalian kepadaku niscaya akan aku kabulkan.” (Ghafir: 60)

2. Terus-menerus berdzikir pada Allah seperti membaca Al-Quran, bertasbih, bertahlil, dan istigfar, karena Allah telah menjelaskan bahwa hati manusia akan tenang dan tenteram dengan mengingat Allah. Allah berfirman : “Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” ( Ar-Ra’d : 28)

3. Mengingat nash-nash yang menganjurkan untuk menahan marah dan balasan bagi orang-orang yang mampu manahan amarahnya sebagaimana sabda nabi shalallahu ‘alaihi wasallam : “ Barangsiapa yang menahan amarahnya sedangkan ia sanggup untuk melampiaskannya, (kelak di hari kiamat) Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluq-Nya hingga menyuruhnya memilih salah satu dari bidadari surga, dan menikahkannya dengan hamba tersebut sesuai dengan kemaunnya “ (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, lihat shahihul jami’ No. 6398).

4. Merubah posisi ketika marah, seperti jika ia marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, dan jikalau ia sedang duduk maka hendaklah ia berbaring, sebagaimana sabda rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :

“ Apabila salah seorang diantara kalian marah sedangkan ia dalam posisi berdiri, maka hendaklah ia duduk. Kalau telah reda/hilang marahnya (maka cukup dengan duduk saja), dan jika belum hendaklah ia berbaring.” (Al-Misykat 5114).

5. Berlindung dari setan dan menghindar dari sebab-sebab yang akan membangkitkan kemarahannya.
Demikianlah jalan keluar untuk selamat dari marah yang tercela. Dan betapa indahnya perilaku seorang muslim jika dihiasi dengan kelemahlembutan dan kasih sayang, karena tidaklah kelemahlembutan berada pada suatu perkara melainkan akan membuatnya indah. Sebaliknya bila kebengisan dan kemarahan ada pada suatu urusan niscaya akan menjelekkannya. Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda : “ Tidaklah kelemahlembutan itu berada pada sesuatu kecuali akan membuatnya indah, dan tidaklah kelembutan itu dicabut kecuali akan menjadikannya jelek.” (HR. Muslim).

sumber dari: Agama Corner




3:26 PM
Alhamdulillah

Sunday, May 21, 2006


Rahmat Disebalik Dugaan

Kedamaian dan ketenangan hidup merupakan harapan setiap insan , bahkan jiwa manusia menginginkan agar kesenangan itu abadi dalam kehidupannya . Tidak selamanya langit itu cerah kadang2 mendung mewarnai perjalanan hari kerana ia merupakan permintaan suatu ketentuan . Begitu juga dalam kehidupan insan bahawa setiap penderitaan , dugaan dan kesengsaraan merupakan ketentuan Ilahi yang harus diterima dengan hati yang jernih .

Tidak ramai yang tahan dalam menerima ujian Allah S.W.T. Mungkin kerana dorongan hawa nafsu yang cintakan kehidupan di dunia ini . Sesungguhnya sangat besar rahmat yang tersimpan di sebalik dugaan bagi insan yang sabar . Umar bin Abdul Aziz berkata, "Tidak Ada Suatu Nikmat Yang Dikurniakan Allah S.W.T Kepada Seseorang , Lalu Diambil Kembali Nikmat Tersebut Sedangkan Orang Itu Menerima Takdir Yang menimpa Dirinya Dengan Sabar Melainkan Allah Akan Mengganti Yang Lebih Baik bagi Dirinya".

Sekian untuk renungan bersama..




4:00 PM
Alhamdulillah



Ayat al-Kursi 

Ayat al-Kursi dinamai juga ayatul hifz (ayat pemelihara), karena pembaca
yang menghayati maknanya dapat memperoleh perlindungan Allah swt......
Dalam konteks ini paling tidak ada dua hal yang dapat dikemukakan.

Pertama, ayat ini berbicara tentang Allah swt. dan sifat-sifat-Nya.
Kandungan uraiannya saja sudah cukup menjadikan ayat ini ayat yang
agung. Apalagi ayat al-Kursi merupakan satu-satunya ayat yang dalam
redaksinya ditemukan tujuh belas kali kata yang menunjuk kepada
Allah swt. Enam belas diantaranya terbaca dengan jelas dan satu
tersirat. Perhatikanlah terjemahan di bawah ini:

"Allah (1) Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia (2)
Yang Maha Hidup (3) Kekal, (Tuhan) Tuhan yang terus menerus
mengurus (4) (makhluk-Nya). Dia (5) tidak mengantuk dan tidak
tidur. Kepunyaan-Nya (6) apa yang ada di langit dan apa yang
ada di bumi; Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah (7)
tanpa izin-Nya (8). Allah (9) mengetahui apa-apa yang dihadapan
mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu
dari ilmu Allah (10), melainkan apa yang dikehendaki-nya (11).
Kursi (pengetahuan/kekuasaan)-Nya (12) meliputi langit dan bumi.
Allah (13) tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah (14)
Maha Tinggi (15) lagi Maha Besar (16)

Yang menunjuk kepada Allah tetapi tersirat adalah kalimat "hifzuhumaa,
karena patron kata semacam ini menyiratkan kalimat "laa yauuduhu an
yahfazahumaa huwa" (tidak lelah Dia memelihara keduanya), sehingga
kata "Dia" yang nampak dalam terjemahan di atas, pada hakekatnya
tersirat dalam redaksi "Hifzuhumaa".

Ayat al-Kursi--demikian pula al-Mu'awwizatain dipilih untuk dibaca--baik
dalam konteks tahlil, maupun bukan, karena ayat-ayat tersebut mengandung
makna perlindungan, serta kewajaran Allah untuk dimohonkan kepada-Nya
perlindungan, baik bagi yang masih hidup maupun yang telah berpulang.

Hal kedua yang dapat dikemukakan dalam konteks pemahaman rasional adalah
hal yang berkaitan dengan kandungan pesan ayat ini. Apabila yang membaca
ayat al-Kursi menghayati maknanya dan hadir dalam jiwa dan benaknya
kebesaran Allah yang dilukiskan oleh kandungan ayat ini, maka pastilah
jiwanya akan dipenuhi pula oleh ketenangan....

"Allahu laa ilaaha illa huwa (Allah tiada Tuhan selain Dia). Allah adalah
Tuhan yang menguasai hidup mati makhluk, yang hanya kepada-Nyasaja tertuju
segala pengabdian.....

Boleh jadi ketika itu, terlintas di dalam benak si pembaca, bisikan Iblis
yang berkata bahwa yang dimohonkan pertolongan dan perlindungannya itu,
dahulu pernah ada, tetapi kini telah "mati", maka penggalan ayat berikutnya,
meyakinkannya tentang kekeliruan dugaan tersebut, yakni dengan sifat
"al-Hayyu" (yang Maha Hidup dengan kehidupan yang kekal).

Boleh jadi Iblis datang lagi dengan membawa keraguan dengan berkata:
"Memang Dia hidup kekal, tetapi Dia tidak pusing dengan urusan manusia,
apalagi si "pemohon". Kali ini penggalan ayat berikut menampik kebohongan
ini dengan firman-Nya "al-Qayyum" (yang terus menerus mengurus mahkluk-Nya),
dan untuk lebih meyakinkan dilanjutkannya uraian sifat Allah itu dengan
menyatakan: "laa ta'khuzuhu sinatun wa laa nauwm" (Dia tidak disentuh oleh
kantuk atau tidur) sehingga Dia terus menerus dalam keadaan jaga dan siaga.
Dengan penjelasan ini hilang keraguan yang dilemparkan iblis itu.

Setelah itu boleh jadi iblis datang lagi dengan membisikkan bahwa:
"Dia tidak kuasa menjangkau tempat di mana si pemohon berada, atau kalaupun
Dia sanggup, jangan sampai Dia "disogok" oleh yang bermaksud membinasakan
si pemohon, maka untuk menampik bisikan jahat ini, penggalan ayat berikut
tampil dengan gamblang menyatakan "lahuu maa fis-samawati wa maa fil ardhi
(Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi serta keduanya berada di
bawah kekuasaan-Nya).

Tidak hanya itu, tetapi ini berlanjut dengan firman-Nya: "man zallazi
yasyfa'u 'indahu illa biiznihii" (Tiada yang dapat memberi syafaat di
sisi Allah kecuali seizin-Nya) dalam arti tidak ada lagi yang dapat
melakukan sesuatu tanpa izin-Nya. Dia demikian perkasa sehingga berbicara
dihadapan-Nya pun harus setelah memperoleh restu-Nya, bahkan apa yang
disampaikan harus sesuatu yang hak dan benar. Karena itu jangan menduga
akan ada permintaan yang bertentangan dengan keadilan dan kebenaran.

Kini boleh jadi iblis belum putus asa meragukan pembaca ayat ini. Ia
berkata lagi: "Musuh anda mempunyai rencana yang demikian rinci sehingga
tidak diketahui Tuhan." Lanjutan ayat al-Kursi menampik bisikan ini :
"Ya'lamu maa baina aidiihim wa maaa khalfahum" (Dia mengetahui apa-apa
yang dihadapan mereka dan di belakang mereka). Yakni Allah mengetahui
apa yang mereka lakukan dan rencanakan baik yang berkaitan dengan masa
kini dan datang maupun masa lampau, dan juga "wa laa yuhbithuuna bisya'i-in
min 'ilmihi illa bimaasyaa-a". (Mereka tidak mengetahui sedikitpun dari
ilmu Tuhan melainkan apa yang dikehendaki Tuhan untuk mereka ketahui)

Ini berarti bahwa apa yang direncanakan Tuhan tidak dapat mereka
ketahui kecuali apa yang disampaikan Tuhan kepada mereka....
Untuk lebih menyakinkan lagi dinyatakan-Nya: "wasi'a kursiyuhus
samawati wal ardhi (kekuasaan dan ilmu-Nya mencakup langit dan
bumi) bahkan alam raya seluruhnya.

Kini sekali lagi, boleh jadi iblis datang dengan godaan barunya.
"Kalau demikian terlalu luas kekuasaan Tuhan dan terlalu banyak
jangkauan urusan-Nya, Dia pasti letih dan bosan mengurus semua itu".
Penggalan ayat berikut sekaligus penutupnya menampik keraguan ini,
dengan firman-Nya "Laa yauuduhuu hifzuhuma wa huwal 'aliyyul 'azhim"
(Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah Maha Tinggi
lagi Maha Agung).

Demikian ayat al-Kursi menanamkan dalam jiwa pembacanya kebesaran
dan kekuasaan, serta kemampuan Allah swt. memelihara dan melindungi
siapa yang tulus bermohon kepada-Nya.

(Disarikan oleh Nadirsyah Hosen dari M. Quraish Shihab, "Hidangan Ilahi:
Ayat-ayat Tahlil", Lentera Hati, Jakarta, 1996, h. 110-118)




3:35 PM
Alhamdulillah

Friday, May 12, 2006

Sebelum Tidur

Setiap malam sebelum kita merebahkan diri, sebelum kita melelapkan mata, sebelum diri diulit mimpi; bertafakurlah sebentar dan cuba tanya-tanyakan pada diri kita: "Apakah sudah meningkat ketaqwaanku pada hari ini?


"Apakah sudah meningkat amalan kesolehanku pada hari ini? Putar dan putar kotak fikiran kita. Imbas kembali setiap gerak langkah pada sepanjang siang tadi. Bandingkan amalan semalam dengan amalan hari ini. Seandainya amalan hari ini semakin baik, itu tandanya sudah ada peningkatan taqwa dalam diri. Tidak kiralah sama ada amalan itu berkaitan dengan urusan hablumminallah (hubungan dengan Allah) atau hablumminannas (hubungan dengan manusia).


Bukti ketaqwaan semakin meningkat bukan pada banyaknya kerja yang kita lakukan pada hari itu tetapi kesungguhan kita di dalam melaksanakan setiap tanggungjawab yang telah diamanahkan oleh Allah swt.


Jika taqwa kita sudah meningkat, bererti kesolehan kita juga sudah meningkat kerana gabungan iman dan taqwa melayakkan seorang lelaki atau wanita itu bergelar ?soleh? atau ?solehah?. Namun begitu, sejauh mana kita telah mencapai darjat lelaki soleh atau wanita solehah itu? Sudahkah kita berjaya memilikinya? Oleh itu marilah kita suluh diri kita.


Di antara ciri-ciri lelaki soleh atau wanita solehah itu ialah:


Hati kita mestilah sentiasa terpaut (teringat-ingat) kepada Allah swt. Kita mestilah merasakan segala ketaatan dan amal ibadah kita itu, bukan daripada diri kita. Sebaliknya itulah kurniaan Allah kepada diri kita. Apabila mendapat nikmat dan kesenangan, kita tidak leka dengannya tetapi hati kita terus terkenang kepada Allah yang memberi nikmat.


Sehingga dengan itu kita tidak pernah melupakan perintah syukur sebagaimana yang dinyatakan di dalam Al Quran dalam surah Al Baqarah ayat 172 yang bermaksud:


"Bersyukurlah kamu kalau betul engkau menyembahnya."


Apabila didatangi dengan berbagai ujian tidak kiralah samada ujian besar mahupun kecil; bagaikan orang yang terkena kejutan elektrik; hati kita mestilah terus terkenang-kenang dosa-dosa yang telah dilakukan.


Apakah ujian demi ujian yang datang itu untuk menghapuskan dosaku? Atau untuk mendidik diriku agar lebih soleh atau solehah? "Wahai Tuhanku, kalau beginilah hukumanMu untukKu di atas dunia ini, aku rela menerimanya dari diazab oleh api neraka yang amat pedih. Ampunkan dosa hambaMu ini ya Allah."


Bila hati telah berkata begitu, tidaklah timbul rasa ingin mengadu ke sana dan ke mari atau mengeluh di atas segala kesusahan.


Redha terhadap setiap ujian yang datang. Kita mestilah tidak berani menyanggah atau mengkritik Allah swt. Kita mestilah yakin dengan keadilan dan kebijaksanaan Allah di dalam menentukan setiap hal yang berlaku. Atas dasar itu kita menerima berbagai rintangan dan halangan itu dengan lapang dada.


Malah hati yang sudah cinta dengan Allah itu menjadikan setiap ujian yang datang, tidak dirasakan masalah lagi. InsyaAllah hati kita dapat berhibur dengan mehnah yang datang kerana kita tahu itulah kasih sayang dan perhatian Allah swt kepada kita.


Semakin berat ujian yang menimpa diri kita maka sekencang itulah juga ibadah kita pula kepada Allah swt. Semoga diri kita semakin dekat dengan Allah, sembahyang bertambah khusyuk dan semakin lazat kita bermunajat kepada Allah swt. Dalam sepi malam kita bangun bermunajat kepada Allah swt, memohon dibukakan tabir keampunan dan kerahmatan. Pada siang harinya disibukkan diri dengan kerja-kerja yang bermanfaat pada diri dan masyarakat sementara segala masalah yang dihadapi hendaklah cuba dilupa-lupakan.


Tidak sedikit pun melayan kejahatan-kejahatan nafsu dan prasangka buruk terhadap sesama manusia. Kerana kita tahu nafsu dan syaitan tidak pernah berputus asa untuk mengajak kepada kemungkaran. Allah swt telah mengingatkan kita di dalam firmanNya:


"Sesungguhnya nafsu itu sentiasa mengajak kepada kemungkaran."


Ketika datang bisikan-bisikan nafsu yang meruntun diri kita supaya berbuat jahat seperti hasad dengki dengan jiran tetangga atau orang lain, berburuk sangka terhadap kawan, bermasam muka kepada suami, mengumpat dan sebagainya; cepat-cepat ditepiskan bisikan menipu itu.


Kita sudah tahu, sekali diri kita berbuat dosa, akan bertapaklah bintik-bintik hitam di hati, menyebabkan hati kita akan semakin keras bak batu sungai yang sukar dipecahkan. Rasulullah saw bersabda:


"Bila seorang hamba membuat dosa terjadilah satu bintik hitam dihatinya dan kalau bertambah dosanya bertambahlah bintik-bintik hitam itu."


Sabdanya yang lain:


"Orang yang membuat dosa hilanglah sebahagian akalnya untuk tidak kembali lagi selama-lamanya."


Tidak pernah terfikir atau merancang untuk menyakiti hati orang lain lebih-lebih lagi suami, isteri, ibu, ayahnya sekalipun dirinya disakiti. Contohnya, sekembalinya suami ke rumah, tiba-tiba dirinya dijadikan sasaran untuk melepaskan geram. Miskipun dia tahu itu bukan salahnya, tetapi sebagai seorang isteri yang solehah sedikit pun tidak dikesali perbuatan suaminya itu. Sebaliknya menyesali diri yang masih lagi belum solehah kerana dirasakan dirinya gagal untuk memberi kebahagiaan kepada suaminya itu.


Patuh terhadap arahan suami dan suka menunaikan permintaan daripada sesiapa jua, tanpa banyak soal. Walaupun arahan atau hajat orang lain, itu menyebabkan dirinya terpaksa bekorban dan hidup menderita.


Bukanlah kehidupan kita untuk mencari pangkat dan nama kerana kita tahu di atas dua tiket ini membawa manusia rakus dengan dunia sehingga sanggup berbuat apa sahaja untuk mencapainya. Sebaliknya, kita menjadikan seluruh kehidupan ini untuk mencari kerdhaan Allah swt semata-mata.


Kesimpulannya, masih terlalu banyak peribadi-peribadi lelaki soleh dan wanita solehah yang belum saya cungkil tetapi kiranya kesemua sifat yang di atas tadi dapat kita rintis dengan baik, insyaAllah kita akan memiliki hati yang tenang. Hanya orang yang membawa hati yang tenang dan sejahtera sahaja yang akan selamat menemui Allah di akhirat kelak. Berdoalah selalu semoga kita diberi cahaya keimanan, cahaya bagi segala cahaya yang tiada tolok bandingnya yang bakal memberikan laluan lurus untuk selamat menuju Tuhan yang Maha Agung.




3:19 PM
Alhamdulillah

Thursday, May 11, 2006




KEHEBATAN PEREMPUAN DALAM PUJUK RAYU



Kehebatan perempuan dalam pujuk rayu tidak dapat disangkal lagi. Tidak ada perempuan yang tidak mahir
dalam seni ini. Kaum lelaki boleh dipujuk dan dirayu untuk melakukan apa sahaja mengikut kehendaknya. Beberapa contoh keruntuhan empayar yang dibina oleh
lelaki disebabkan daya pujukan wanita :




1. Napoleon Bonarparte dan Josephine.

2. Anthony dan Cleopatra

3. Hitler dan Matahari

4. Samson dan Delila

5. Abu Lahab dan Hendon

Beberapa contoh wanita yang menjadi kekuatan kepada
kepimpinan seorang lelaki sehingga berjaya mengatasi
segala ujian dan cabaran tanpa melemahkan semangat
juang mereka dalam menegakkan kebenaran dan kekuatan
agama :

1. Nabi Muhammad saw dan Siti Khadijah serta
isteri-isteri beginda yang lain.

2. Nabi Ayub dan Siti Rahmah.

3. Nabi Ibrahim dan Siti Sarah serta Siti Hajar.

4. dan banyak contoh lagi orang-orang muslim yang
lain.

KUASA KEJELITAAN PEREMPUAN

Hal ini diketahui oleh semua orang. Kejelitaan
perempuan boleh menumbangkan ramai lelaki hingga
banyak yang terarah melakukan perkara-perkara yang
tidak wajar. Sebaliknya kuasa jelita yang ada pada
kaum muslimah boleh menimbulkan kecintaan yang tinggi
terhadap Allah di mana seorang isteri boleh
mempengaruhi suami dalam hal-hal yang diredhai Allah.

KUASA LAYANAN PEREMPUAN

Kaum lelaki mudah goyah dan alah dengan layanan yang
baik, apa lagi dari perempuan yang sangat dikasihi
seperti isteri dan ibu. Layanan baik yang disalurkan
kepada orang yang berhak menerimanya, bukan sahaja
mendatangkan keredhaan Allah tetapi memungkinkan apa
yang diminta akan dipenuhi dengan mudah.

KUASA DOA PEREMPUAN

Doa perempuan lebih makbul dari lelaki kerana sifat
penyayangnya lebih kuat dari lelaki.


Sebagaimana hadis Rasulullah saw:


"Doa ibu itu lebih cepat makbul." Orang
bertanya "Kenapa ya Rasulllah ?"


Jawab baginda : "Ibu lebih penyayang dari bapa dan doa
dari orang yang penyayang tidak akan sia-sia."


KUASA TAQWA PEREMPUAN

Ketaqwaan adalah kuasa paling sempurna dan terbaik
dalam menangani apa jua masalah. Orang yang paling
bertaqwa adalah orang yang paling dikasihi Allah.
Allah tidak akan membiarkan orang yang dikasihiNya
melainkan dipelihara serta sentiasa dirahmatiNya.

Kuasa taqwa lebih mudah diperolehi oleh perempuan
berbanding lelaki kerana kehalusan budi yang ada pada
perempuan adalah merupakan penjara daripada melakukan
hal-hal yang mendatangkan dosa. Berbanding lelaki yang
sebahagian hidupnya berada di luar rumah serta
terdedah kepada pelbagai godaan, cubaan dan ujian.

Kekuasaan taqwa ini pula oleh kemuliaan yang
diberikan oleh Allah swt sehingga setiap lelaki pasti
memerlukan perempuan untuk menghirupkan udara ini atau
dalam perkataan lain setiap lelaki pasti dilahirkan
oleh perempuan kecuali Nabi Adam a.s. Sekuat-kuat
lelaki, kuat lagi perempuan kerana lelaki itu
sendirinya datang dari perut perempuan yang
menghamilkannya dan melahirkannya ke dunia, kemudian
melatih, mendidik, memelihara dari kecil hingga
dewasa.

Kemuliaan perempuan akan lebih nyata, jika ditambah
dengan ketaatan kepada kaum lelaki yang berhak atasnya
sebagaimana maksud hadis Rasulullah saw:

"Perempuan yang taat kepada suaminya, semua burung di
udara, ikan di air, malaikat di langit, matahari dan
bulan : semuanya beristighfar baginya (isteri) selagi
mana ia masih taat kepada suaminya dan diredhainya
(serta menjaga solat dan puasanya)




4:03 PM
Alhamdulillah

Wednesday, May 10, 2006

10 LALUAN yang bakal di lalui oleh manusia dari dunia sampai akhirat, bagaimana memudahkannya?

1. Laluan Menuju ke Kubur

* Jauhkan dari perbuatan mengumpat dan mengeji
* Hindarkan perasaan irihati (benci)
* Jangan teroengaruh dengan emas/ perak
* Sucikan qada' hajat dengan istibra (berak/ kencing)

2. Laluan untuk Berjumpa Izrail

* Bersihkan diri dengan bertaubat
* Gembirakan hati orang mukmin
* Bayar semula qada' yang tertinggal
* Kasih sepenuh hati kepada Allah Taala

3. Laluan untuk Bertemu Mungkar Nakir

* Mengucap dua kalimah syahadah
* Suka memberi sedekah
* Berkata benar
* Bersihkan dan perbaiki hati

4. Laluan untuk Memberatkan Timbangan

* Belajar atau mengajar ilmu yang bermanfaat
* Sucikan perkataan dan pakaian
* Bersyukur dengan yang sedikit
* Suka dan redha dengan yang didatangkan oleh Allah

5. Laluan Memantapkan Amalan

* Jauhkan perkataan yang sia-sia
* Pendekkan cita-cita dunia
* Banyakkan puji-pujian kepada Allah
* Banyakkan sedekah dan akhirat

6. Laluan Melalui Titian Siratul Mustaqim

* Kasihilah ailia' Allah Taala
* Berbaktilah kepada kedua ibubapa
* Berpegang teguh dengan hukum syarak
* Bercakap perkataan yang baik sesama makhluk

7. Laluan Menjauhkan Diri dari Neraka

* Banyakkan membaca al-Quran
* Banyakkan menangis kerana dosa-dosa yang lalu
* Tinggalkan perkara maksiat
* Jauhkan segala yang haram

8. Laluan untuk Memasuki Syurga

* Membuat kebajikan seberapa banyak yang boleh
* Kasihi orang yang soleh
* Kerjakan segala suruhan-suruhan Allah
* Merendahkah dri di antara semua makhluk Allah

9. Laluan Berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW

* Kasihilah Nabi Allah
* Kasihilah Rasulullah SAW
* Tuntutilah yang difardhukan oleh Allah
* Banyakkan selawat Nabi Muhammad SAW

10. Laluan untuk Bertemu Allah

* Serahkan seluruh jiwa raga kepada Allah
* Hindarkan diri dari menderhaka kepada Allah
* Betulkan dan baikkan i'tiqad kepada Allah
* Bencikan segala yang diharamkan-Nya




4:57 AM
Alhamdulillah

Monday, May 08, 2006

Salam Alaik..


seperti biase... jam 7 pagi ku dah kluar pergi keje.. beberapa hari yg lalu.. dalam perlajanan menuju ke destinasi.. terasa bagai ingin menitiskan airmata bila terlihat seseorang berjalan dgn dua tongkatnye.. susah payah untuk berjalan.. betapa kami beruntung mempunyai sifat yang sempurana... cukup makan dan pakai.. tiada yang kurang... yang kurang hanyalah ingatanku kepadaMu ya Allah.. Astaghfirullah.. SubhanAllah.. Alhamdulillah..



bile dgr ikim dendangkan lagu Airmata ibu - Siti Nurhaliza sambil berdiri ditepi jendela.. dengar radio melalui hp.. sayu rase hati ini.. seringkali ku terlupa betapa beratnya pengorbanan seorang ibu.. kasih sayangnya yang tak berbelah bagi.. kelembutan suaranya yang dapat menghilangkan tekanan yang melanda.. kehalusan hati yang terlalu menyayangi anaknya.. kejernihan wajahnya yang sentiasa tersenyum walau dalam kegelisahan..
"Aku hanya menduga.. tidak mampu merasa.. rahsia yang kau pendam itu"
"pengorbanan yang kau lakukan.. untuk dewasakanku.. hanya bisa ditanggung hati IBU"




11:30 PM
Alhamdulillah


Kelebihan Umat Muhammad Solallahu Alaihi Wasalam

Disebutkan bahawa Nabi Adam A.S telah berkata, "Sesungguhnya Allah S.W.T telah memberikan kepada umat Muhammad S.A.W empat kemuliaan yang tidak diberikan kepadaku: > >

Taubatku hanya diterima di kota Mekah, sementara taubat umat Nabi Muhammad S.A.W diterima di sebarang tempat oleh Allah S.W.T.

Pada mulanya aku berpakaian, tetapi apabila aku berbuat derhaka kepada Allah S.W.T, maka Allah S.W.T telah menjadikan aku telanjang. Umat Muhammad S.A.W membuat derhaka dengan telanjang, tetapi Allah S.W.T memberi mereka pakaian.
Ketika aku telah berderhaka kepada Allah S.W.T, maka Allah S.W.T telah memisahkan aku dengan isteriku. Tetapi umat Muhammad S.A.W berbuat derhaka, Allah S.W.T tidak memisahkan isteri mereka.

Memang benar aku telah derhaka kepada Allah S.W.T dalam syurga dan aku dikeluarkan dari syurga, tetapi umat Muhammad S.A.W durhaka kepada Allah akan dimasukkan ke dalam syurga apabila mereka bertaubat kepada Allah S.A.W.




5:13 PM
Alhamdulillah

Tuesday, May 02, 2006


Lelaki Acuan AL-Quran


Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Seorang Lelaki Yang Beriman
Yang Hatinya Disaluti Rasa Taqwa Kepada Allah SWT
Yang Sentiasa Haus Dengan Ilmu
Yang Sentiasa Dahaga Dengan Pahala
Yang Solatnya Adalah Maruah Dirinya
Yang Tidak Pernah Takut Berkata Benar
Yang Tidak Pernah Gentar Untuk Melawan Nafsu

Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Menjaga Tuturkatanya
Yang Tidak Bermegah Dengan Ilmu Yang Dimilikinya
Yang Tidak Bermegah Dengan Harta Dunia Yang Dicarinya
Yang Sentiasa Berbuat Kebaikan Kerana Sifatnya Yang Pelindung
Yang Mempunyai Ramai Kawan Dan Tidak Mempunyai Musuh Yang
Bersifat Jembalang

Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Menghormati Ibubapanya
Yang Sentiasa Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Keluarga
Yang Bakal Menjaga Keharmonian Rumahtangga
Yang Akan Mendidik Anak-Anak Dan Isteri Mendalami Agama Islam
Yang Mengamalkan Hidup Penuh Kesederhanaan
Kerana Dunia Baginya Adalah Rumah Sementara Menunggu Akhirat

Lelaki Acuan Al-Quran Sentiasa Bersedia Untuk Agamanya
Yang Hidup Di Bawah Naungan Al-Quran Dan Mencontohi Sifat Rasulullah
SAW
Yang Boleh Diajak Berbincang Dan berbicara
Yang Sujudnya Penuh Kesyukuran Dengan Rahmat Allah Ke Atasnya

Lelaki Acuan Al-Quran Tidak Pernah Membazirkan Masa
Matanya Kepenatan Kerana Kuat Membaca
Yang Suaranya Lesu Kerana Penat Mengaji Dan Berzikir
Yang Tidurnya Lena Dengan Cahaya Keimanan
Bangun Subuhnya Penuh Dengan Kecerdasan
Kerana Sehari Lagi Usianya Bertambah Penuh Kematangan

Lelaki Acuan Al-Quran Sentiasa Mengingati Mati
Yang baginya Hidup Di Dunia Adalah Ladang Akhirat
Yang Mana Buah Kehidupan Itu Perlu Dibajai Dan Dijaga
Meneruskan Perjuangan Islam Sebelum Hari Kemudian

Lelaki Acuan Al-Quran Ialah Lelaki Yang Tidak Mudah Terpesona
Dengan Buaian Dunia
Kerana Dia Mengimpikan Syurga
Di Situlah Rumah Impiannya
Bersama Wanita Acuan Al-Quran.




3:32 PM
Alhamdulillah